Site Loader

Sebagai manusia kita juga harus sadar dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam terutama saat mendaki. Ketika musim liburan tiba, banyak orang yang pergi ke gunung untuk sekedar menenangkan pikiran, menikmati pemandangan yang indah, dan menghirup udara yang sejuk. Namun, terkadang banyak orang yang tidak memilliki kesadaran untuk menjaga alam sehingga kehadirannya malah mengotori dan merusak alam. Agar keseimbangan alam terus terjaga, kita harus taat dan petuh dengan aturan. Berikut ini adalah peraturan yang perlu anda pahami saat mendaki.

  • Usahakan untuk saling menyapa dan jangan berebut jalur pendakian

Ada saatnya gunung menjadi sangat ramai terutama saat musim liburan dan hari kemerdekaan. Ketika sedang ramai, usahakan untuk bersabar dan mengutamakan orang yang sedang turun terlebih dahulu. Mengingat jalur pendakian terkadang ada yang sempit dan curam, sebaiknya kita mengantri dan tidak boleh berebut. Jangan lupa untuk saling menyapa sesama pendaki saat berpapasan meskipun kita belum kenal.

  • Jangan membuang sampah sembarangan

Menjaga kebersihan sangatlah penting dan harus kita terapkan di semua tempat. Saat mendaki biasanya ada aturan yang tidak tertulis namun harus kita hormati dan taati. Aturan tersebut adalah jangan mengambil apapun kecuali gambar, jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, dan jangan membunuh apapun kecuali waktu. Sayangnya, masih banyak sekali orang yang tidak memiliki kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan. Oleh karena itu, kita harus sadar diri akan tanggung jawab kita terhadap alam.

  • Jangan mengotori sumber air

Sumber air di gunung memiliki manfaat yang penting untuk kebutuhan minum dan memasak bagi para pendaki dan warga sekitar. Jangan sampai kita mengotori sumber air karena  banyak orang yang membutuhkan.

  • Jangan mengubah papan petunjuk

Papan petunjuk merupakan salah satu hal penting saat kita ingin menentukan arah agar sampai ke puncak. Mengubah papan petunjuk akan membuat orang lain menjadi salah jalan. Hal ini dapat menyebabkan orang lain menjadi tersesat dan juga membahayakan keselamatannya.

  • Dilarang melakukan vandalisme

Tindakan mencoret-coret kayu, batu, papan, dan benda-benda lainnya yang ada di gunung membuat lingkungan menjadi tidak enak untuk dipandang. Seperti pendaki gunung yang berasal dari Klaten yang membuat tulisan Indonesia di Gunung Fuji. Mungkin mereka ingin memberikan tanda bahwa mereka perna pergi kesana. Namun, tindakan tersebut malah merusak lingkungan dan membuat malu Indonesia di mata dunia.

  • Patuhi etika dan adat setempat saat pendakian

Setiap daerah pasti memiliki adat dan norma masing-masing. Jika kita menghargai mereka, maka kita sebagai orang lain juga akan dihargai. Saat mendaki kita juga harus menjaga sikap, perkataan, dan perbuatan seperti berperilaku yang sopan, ramah terhadap warga, berkata yang baik, dll.

  • Dilarang merusak habitat flora dan fauna yang ada di sana

Gunung merupakan Kawasan konservasi dan hutan lindung. Ketika kita sembarangan mengambil flora/fauna yang ada di sana, maka kita akan mendapat hukuman.  Biasanya di gunung juga disediakan wadah untuk menampung air hujan yang berfungsi sebagai tempat minum para hewan. Oleh karena itu kita dilarang untuk sembarangan bertindak apalagi sampai mengotori persediaan air dan mengganggu satwa yang ada di sana.

  • Jangan membuat api unggun

Api yang ditinggalkan saat menyala bisa menjadi besar dan susah dipadamkan. Seperti yang pernah terjadi di gunung Lawu. Pendaki pergi meninggalkan api yang belum padam dan api tersebut merambat hingga membakar beberapa pohon yang ada di sekitarnya. Tentunya kita tidak ingin hal seperti ini terulang kembali

  • Saling mengingatkan atau menasehati

Saat mendaki kita harus berani menegur atau menasihati orang yang merusak fasilitas dan membuang sampah sembarangan. Ketika kita melihat sampah yang berserakan kita juga harus sadar dan tergerak untuk mengambilnya.

Willie Terry